windermereboatshow.com – Banjir besar yang melanda provinsi Khyber Pakhtunkhwa di Pakistan barat laut telah menyebabkan krisis kemanusiaan yang serius, dengan korban jiwa mencapai 670 orang. Operasi penyelamatan masih berlangsung, dan jumlah korban diperkirakan akan terus bertambah. Menurut Letjen Inam Haider, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (NDMA), sekitar 1.000 orang mengalami luka-luka akibat bencana yang terjadi sejak 26 Juni.
Banjir ini diakibatkan oleh hujan deras yang mengguyur dengan intensitas tinggi. Kota Peshawar, ibu kota provinsi, serta distrik-distrik sekitar seperti Swabi dan Noshehra, mengalami curah hujan ekstrem yang berdampak parah. Di distrik Harnai, provinsi Balochistan, dua anak perempuan dilaporkan menjadi korban jiwa akibat curah hujan yang sangat tinggi.
Faraz Mughal, juru bicara pemerintah Khyber Pakhtunkhwa, mengungkapkan bahwa saat ini sebanyak 200 orang dinyatakan hilang. Sebagian besar dari mereka berasal dari distrik Buner, yang paling parah terdampak. Situasi di daerah tersebut sangat krisis, dengan banyak laporan kerusakan infrastruktur yang signifikan.
Tim penyelamat dan relawan dari berbagai lembaga, termasuk Yayasan Al-Khidmat, sedang melakukan yang terbaik untuk menemukan orang-orang yang hilang. Medan pegunungan dan hujan yang terus menerus menjadi kendala dalam upaya penyelamatan. Bantuan dari berbagai organisasi untuk daerah terdampak juga telah mulai dikirimkan, memberi harapan bagi warga yang terdampak oleh bencana ini.