windermereboatshow.com – Presiden Ghana, John Mahama, mengumumkan akan melakukan penyelidikan menyeluruh terkait kecelakaan helikopter yang terjadi pada Rabu lalu, mengakibatkan meninggalnya dua menteri pemerintah dan enam orang lainnya. Dalam insiden tersebut, Menteri Pertahanan Edward Omane Boamah dan Menteri Lingkungan, Sains, dan Teknologi Ibrahim Murtala Muhammed termasuk di antara korban jiwa.
Kecelakaan tersebut terjadi saat helikopter Z9 yang membawa tiga kru dan lima penumpang jatuh di hutan lebat di wilayah Ashanti tengah. Helikopter tersebut sedang dalam perjalanan dari ibu kota, Accra, menuju Obuasi untuk menghadiri acara terkait penanggulangan penambangan ilegal. Sayangnya, tidak ada yang selamat dalam insiden ini.
Mahama menyatakan dalam pidato di televisi bahwa kecelakaan ini merupakan “kehilangan pribadi” baginya dan bahwa bangsa sedang berduka. Jenazah delapan orang yang meninggal telah ditemukan dan sampel telah dikirim ke Afrika Selatan untuk identifikasi forensik. Di antara yang tewas terdapat Koordinator Keamanan Nasional Ghana yang juga mantan Menteri Pertanian, Alhaji Muniru Mohammed, serta Samuel Sarpong, Wakil Ketua Partai Demokratik Nasional yang saat ini memerintah.
Mahama juga mengumumkan bahwa investigasi transparan sedang dilakukan oleh Angkatan Bersenjata Ghana, dengan data penerbangan dan perekam suara kokpit telah ditemukan. Pihak meteorologi sebelumnya memprediksi cuaca dingin yang tidak biasa untuk bulan Agustus, yang mungkin berkontribusi terhadap kecelakaan tersebut. Gubernur telah mengeluarkan pernyataan berkabung selama tiga hari dan mengibarkan bendera setengah tiang.
Negara kini berbenah diri menghadapi duka cita dan ketidakpastian seputar insiden tragis ini.