windermereboatshow.com – HeartFlow mengumumkan rencana untuk mengumpulkan dana hingga $300 juta melalui penawaran umum perdana (IPO). Perusahaan yang didukung oleh Bain Capital ini telah mengajukan dokumen Form S-1 kepada Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) pada 17 Juli, menggambarkan langkahnya untuk menjadi perusahaan publik.
HeartFlow berencana diperdagangkan di Nasdaq dengan simbol ‘HTFL’, dan menargetkan valuasi sekitar $1,46 miliar. Melalui penawaran 16,7 juta lembar saham dengan harga berkisar antara $17 hingga $18, target ini meningkat dari rencana awal yang menawarkan 12,5 juta lembar saham pada rentang $15 hingga $17.
Dalam dokumen tersebut, HeartFlow memperkirakan peluang pasar gabungan di AS untuk produk analisis plak dan FFRCT HeartFlow mencapai sekitar $5 miliar. Analisis Plak HeartFlow menjadi satu-satunya alat kuantifikasi plak berbasis kecerdasan buatan yang telah disetujui oleh Administrasi Makanan dan Obat AS (FDA). Produk ini bertujuan membantu dokter dalam menilai akurasi kondisi pasien yang mengalami penumpukan plak arteri (aterosklerosis).
Aterosklerosis, sebagai tanda utama penyakit arteri koroner (CAD), adalah kondisi pengumpulan lemak pada dinding arteri koroner. Jika tidak ditangani, kondisi ini dapat mengakibatkan serangan jantung, stroke, atau angina. Versi terbaru dari analisis plak HeartFlow diluncurkan pada Juli 2024, sementara analisis FFRCT yang menggunakan pemindaian angiogram CT menerima persetujuan FDA pada 2014.
Perusahaan melaporkan keuntungan sebesar $125,8 juta pada tahun 2024, meningkat 44% dibandingkan tahun sebelumnya. Pada kuartal pertama tahun 2025, keuntungan mencapai $37,2 juta, meningkat 39% dari tahun lalu. Dalam enam bulan pertama tahun 2025, aktivitas IPO di sektor teknologi medis cukup mengesankan, dengan beberapa perusahaan seperti Beta Bionics dan Medtronic juga mengumumkan rencana IPO mereka.