windermereboatshow.com – Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, mengeluarkan kritik keras terhadap peran Amerika Serikat (AS) sebagai mediator dalam inisiatif perdamaian di Jalur Gaza. Ia menilai bahwa AS tidak lagi memiliki kredibilitas dalam forum Board of Peace (BoP) karena terlalu berpihak kepada Israel, yang menghambat terciptanya solusi yang adil bagi rakyat Palestina.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Boroujerdi dalam acara Resepsi Hari Nasional Republik Islam Iran di Jakarta pada 10 Februari 2026. Menurutnya, ketidakberpihakan menjadi kunci dalam mencapai perdamaian, dan dengan adanya dukungan militer serta politik yang masif dari AS kepada Israel, legitimasi mereka sebagai mediator patut dipertanyakan. Ia menekankan pentingnya keterlibatan pihak-pihak yang tidak memiliki kepentingan politik langsung dalam konflik tersebut.
Boroujerdi meyakini bahwa upaya perdamaian yang dipimpin oleh AS akan gagal, karena mereka dianggap mendukung pihak yang melakukan pendudukan. Ia menggambarkan Israel tidak memiliki komitmen terhadap kesepakatan internasional dan berfungsi sebagai penghalang bagi tercapainya gencatan senjata yang berkelanjutan.
Kritik ini muncul menjelang Konferensi Tingkat Tinggi para pemimpin BoP yang dijadwalkan berlangsung pada 19 Februari 2026. Meskipun Iran menolak inisiatif ini, beberapa negara, termasuk Indonesia, telah menyatakan dukungan mereka untuk berpartisipasi dalam forum tersebut. Harapannya, BoP dapat mendorong fase kedua gencatan senjata di Gaza dan menjadi wadah untuk menyusun dana rekonstruksi wilayah Palestina yang rusak akibat konflik.