Site icon windermereboatshow.com

Jejak Asteroid Tua Ditemukan di Australia Selatan, Berumur 11 Juta Tahun

[original_title]

windermereboatshow.com – Ilmuwan baru-baru ini menemukan jejak peristiwa tumbukan asteroid besar yang terjadi sekitar 11 juta tahun lalu di Australia Selatan. Penemuan ini tidak berupa kawah besar, melainkan sekelompok fragmen kaca alami yang dikenal dengan sebutan tektit.

Temuan ini dipublikasikan dalam jurnal Earth and Planetary Science Letters, yang menjelaskan bahwa fragmen tersebut memberikan wawasan baru tentang sejarah geologi Bumi. Penemuan ini dianggap penting karena mengungkapkan adanya kejadian besar yang sebelumnya belum tercatat, serta menjelaskan dampak tumbukan asteroid terhadap permukaan planet selama jutaan tahun.

Tektit terbentuk sebagai hasil dari tumbukan meteor atau asteroid yang menghantam Bumi dengan kekuatan yang sangat besar. Proses ini menciptakan suhu tinggi yang cukup untuk melelehkan batuan, yang kemudian menyembur ke udara dan mendingin menjadi potongan-potongan kaca kecil berwarna gelap. Profesor Fred Jourdan dari Curtin University’s School of Earth and Planetary Sciences menjelaskan bahwa fragmen kaca yang ditemukan di Australia Selatan ini memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan tektit lain yang pernah diketahui.

Peneliti utama, Anna Musolino dari Aix-Marseille University, menambahkan bahwa tektit ini berusia lebih tua dan memiliki komposisi kimia yang unik dibandingkan dengan tektit yang ditemukan di wilayah lain, seperti tektit Australasian yang lebih muda. Meskipun bukti tentang tumbukan cukup jelas, kawah asal tumbukan tersebut masih belum ditemukan, dan para ilmuwan menduga bahwa kawah tersebut mungkin tertimbun sedimen atau terkikis oleh waktu.

Temuan ini memberi gambaran baru tentang sejarah geologi dan dampak asteroid terhadap Bumi, memberikan landasan untuk penelitian lebih lanjut.

Exit mobile version