Site icon windermereboatshow.com

Junta Myanmar Tegaskan Tidak Ada Korban Sipil di Rumah Sakit

[original_title]

windermereboatshow.com – Militer Myanmar membantah terlibat dalam serangan udara yang menewaskan lebih dari 30 orang di sebuah rumah sakit di negara bagian Rakhine. Menurut junta militer, pernyataan ini disampaikan pada Sabtu, menegaskan bahwa rumah sakit di Mrauk-U, lokasi pembombardiran, telah resmi ditutup oleh pemerintah sejak Juli 2024 setelah Tentara Arakan (AA) menguasai wilayah tersebut.

Junta mengklaim bahwa AA menggunakan rumah sakit sebagai tempat persembunyian mereka. Militer Myanmar pun mengonfirmasi bahwa serangan udara dilancarkan pada bangunan tersebut karena diduga menjadi markas AA dan kelompok terkait. Mereka menegaskan bahwa korban jiwa yang jatuh bukanlah warga sipil, melainkan anggota kelompok bersenjata.

Pada Rabu (10/12), serangan ini mengakibatkan 33 orang tewas dan 76 lainnya terluka, dengan 27 di antaranya dalam kondisi kritis. Insiden ini memicu kecaman dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yang menyatakan bahwa peristiwa tersebut merupakan serangan ke-67 terhadap fasilitas kesehatan di Myanmar tahun ini.

Kementerian Luar Negeri Bangladesh juga mengutuk serangan tersebut, menunjukkan rasa prihatin atas meningkatnya pelanggaran hukum humaniter di Rakhine. Mereka meminta pelindungan bagi warga sipil dan menekankan pentingnya menghindari kekerasan terhadap semua komunitas, termasuk Rohingya.

Krisis kemanusiaan di Myanmar semakin parah akibat konflik yang berkepanjangan sejak kudeta militer pada Februari 2021. Pengambilalihan kekuasaan tersebut telah menyebabkan lebih dari 6.000 kematian dan hampir 3 juta orang mengungsi akibat konflik yang berkepanjangan antara junta militer dan kelompok oposisi.

Exit mobile version