Site icon windermereboatshow.com

Kalsel Perkuat Mitigasi Karhutla Menyambut Keterawan El Nino

[original_title]

windermereboatshow.com – Pemerintah daerah di 13 kabupaten dan kota di Provinsi Kalimantan Selatan diminta untuk meningkatkan upaya mitigasi terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan. Permintaan ini muncul seiring dengan prediksi adanya kemarau panjang akibat pengaruh fenomena El Nino.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan, Ronny Eka Saputra, mengungkapkan bahwa surat edaran telah diterbitkan untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan. “Daerah di Kalsel dikenal rentan terhadap karhutla dan kekeringan selama musim kemarau,” kata Ronny pada Minggu (29/3).

Dalam edaran bernomor 300.2.3/365/BPBD/2026, BPBD Kalsel menginstruksikan agar seluruh BPBD di kabupaten dan kota melakukan pemantauan wilayah secara intensif, memperkuat koordinasi lintas sektor, dan memastikan kesiapan personel serta peralatan penanganan bencana. “Ini merupakan langkah tindak lanjut dari kebijakan pemerintah pusat terkait kesiapsiagaan pengendalian karhutla tahun 2026,” tambahnya.

Meskipun sekarang ini hanya ada beberapa kasus karhutla yang terdeteksi, khususnya dalam skala kecil, ancaman tersebut tetap diwaspadai. Kepala Bidang Penanganan Bencana Dinas Sosial Kalsel, Achmadi, menyatakan bahwa pihaknya telah menginstruksikan jajaran untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan koordinasi dalam penanganan. Dinsos juga menyiapkan posko penanganan karhutla di Banjarbaru sebagai pusat kendali operasional.

Wilayah-wilayah di Kalimantan Selatan yang rawan terjadinya karhutla meliputi Kabupaten Banjar, Kota Banjarbaru, Tanah Laut, Hulu Sungai Selatan, dan Tapin. Upaya ini diharapkan dapat meminimalkan risiko dan dampak yang ditimbulkan oleh kebakaran dan kekeringan di kawasan tersebut.

Exit mobile version