windermereboatshow.com – Jumlah korban tewas di kalangan warga sipil Kamboja akibat konflik perbatasan dengan Thailand terus bertambah, mencapai 30 orang. Informasi ini disampaikan oleh Menteri Informasi Kamboja, Neth Pheaktra, melalui laporan kantor berita Xinhua. Selain itu, 87 orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka akibat ketegangan yang telah berlangsung.
Konflik ini dimulai pada 24 Juli lalu ketika sengketa perbatasan yang telah berlangsung selama beberapa dekade antara kedua negara meningkat menjadi tindakan bersenjata, dengan saling serang tembakan artileri dan serangan udara. Baik Thailand maupun Kamboja melaporkan adanya korban di antara warga sipil.
Pada 4 Agustus, kedua pihak sepakat untuk melakukan gencatan senjata, diikuti dengan kesepakatan formal yang dibuat beberapa hari setelahnya. Namun, meskipun upaya tersebut, permusuhan kembali terjadi sejak awal Desember; masing-masing pihak saling menuduh telah melanggar perjanjian gencatan senjata.
Akibat serangan Kamboja ke beberapa provinsi perbatasan Thailand, setidaknya 22 orang tewas, 140 luka-luka, dan sekitar 140 ribu penduduk terpaksa dievakuasi dari daerah yang berisiko. Ketegangan di perbatasan ini menunjukkan bahwa meskipun telah ada kesepakatan damai, situasi terkini menunjukkan masih adanya potensi konflik yang perlu diatasi secara serius. Upaya diplomatik menjadi penting untuk menghindari eskalasi lebih lanjut dan memastikan keamanan warga sipil di kedua negara.