Site icon windermereboatshow.com

Pertempuran Amfibi di Selat Bali, Ngurah Rai Tahan Belanda

[original_title]

windermereboatshow.com – Pertempuran amfibi di Selat Bali merupakan salah satu momen bersejarah dalam perjuangan bangsa Indonesia, khususnya pada 13 April 1946. Letkol I Gusti Ngurah Rai, yang memimpin pasukan, bersama satuan Pasukan-M dari Angkatan Laut Republik Indonesia, secara aktif menahan agresi sekutu dan Belanda di Bali.

Dalam pertempuran di Cangkup, pasukan yang dipimpin oleh Kapten Markadi Pudji Rahardjo berusaha menghadang konvoi tentara Belanda dan markas administrasi NICA yang terletak di perkebunan karet Pulukan. Meskipun dalam serangan tersebut tidak berhasil menembus pertahanan Belanda, tindakan tersebut membuat pihak Belanda semakin waspada dan memperkuat pos-pos mereka di Cungkup dan Pulukan. Hal ini secara tak langsung meringankan beban perlawanan yang dipimpin Ngurah Rai, yang merupakan komandan Resimen TKR Teritori Sunda Kecil.

Dua hari sebelum pertempuran di Cangkup, Pasukan-M juga berupaya menyerang markas Belanda, yang ternyata memiliki pertahanan yang sangat kuat. Serangan ini adalah bagian dari operasi bantuan Angkatan Laut RI untuk mendukung pasukan ‘Ciung Wanara’ di bawah pimpinan Ngurah Rai, yang puncaknya terjadi pada peristiwa ‘Puputan Margarana’ pada 20 November 1946.

Pada 13 April 1946 juga terjadi pertarungan maritim antara kapal-kapal ekspedisi dari Sulawesi dan kapal Belanda di perairan dekat Pulau Sapudi, Madura. Kejadian-kejadian ini merupakan bagian dari upaya luas dalam mempertahankan kemerdekaan yang dilaksanakan oleh para pejuang Indonesia, termasuk permintaan bantuan senjata dari Ngurah Rai kepada Markas Besar TRI di Yogyakarta untuk menghadapi serangan besar-besaran sekutu dan Belanda.

Exit mobile version