windermereboatshow.com – Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, baru-baru ini melakukan pembicaraan melalui telepon dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin, di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Dalam percakapan tersebut, Pezeshkian meminta dukungan Rusia untuk membela hak-hak sah Iran dari serangan yang dilancarkan oleh Amerika Serikat (AS) dan Israel. Pernyataan ini disampaikan oleh layanan pers kepresidenan Iran pada Sabtu (7/3).
Pezeshkian menegaskan pentingnya dukungan Moskow dalam menghadapi situasi sulit ini, dan menekankan bahwa Iran berharap Rusia dapat menggunakan pengaruhnya di panggung internasional demi kepentingan rakyat Iran. Selain membahas situasi dengan AS dan Israel, Pezeshkian juga membantah klaim bahwa Iran terlibat dalam serangan terhadap Azerbaijan.
Senada dengan pernyataan presiden, Perwakilan Tetap Iran untuk PBB, Amir Saeid Iravani, menegaskan bahwa Iran tidak akan berhenti membela diri selama aksi agresi terhadap mereka berlanjut. Ia mengacu pada Artikel 51 Piagam PBB, menyatakan bahwa respons Iran terhadap serangan AS dan Israel adalah sah dan proporsional.
Situasi keamanan di kawasan semakin memburuk setelah serangan gabungan AS dan Israel pada 28 Februari, yang menargetkan berbagai lokasi vital, termasuk ibu kota Teheran. Serangan tersebut menyebabkan kerusakan infrastruktur, korban jiwa, serta gugurnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Sebagai reaksi, Iran telah meluncurkan serangkaian serangan balasan ke wilayah Israel dan pangkalan militer AS di Timur Tengah, yang dianggap sebagai langkah defensif untuk menjaga kedaulatan negeri mereka. Keadaan ini menunjukkan dinamika kompleks yang tengah melanda kawasan Timur Tengah dan pentingnya dukungan internasional dalam konflik ini.