windermereboatshow.com – Aktivis publik Wanda Hamidah berbagi pengalaman misi Global Sumud Flotilla yang bertujuan menembus blokade Israel ke Gaza. Bersama Muhammad Fatur Rohman, mereka merupakan bagian dari relawan Indonesia yang ikut serta dalam misi kemanusiaan ini. Keduanya baru saja tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, setelah perjalanan penuh perjuangan.
Wanda menjelaskan, meskipun menghadapi risiko penangkapan dan penahanan oleh pihak Israel, dia dan Fatur tetap berkomitmen untuk menjalankan misi ini. Mereka berangkat bersama Indonesian Global Palestine Coalition (IGPC) dan bertemu di Pelabuhan Sidi Bou Said, Tunisia. Fatur awalnya berada di kapal Observer, namun dipindahkan ke kapal Kamr yang lebih kecil. Sementara itu, kapal yang ditumpangi Wanda, termasuk Observer dan Nusantara, mengalami kerusakan di Italia.
Setelah terdampar di pelabuhan Sisilia selama dua minggu, harapan mereka untuk menumpang kapal konvoi menuju Gaza sirna karena tidak ada kapal yang berlayar lagi ke sana. Dalam perjalanan pulang, Wanda mencurahkan perasaannya, termasuk kemungkinan terpapar risiko penangkapan.
Bersama dengan Fatur, Wanda menegaskan pentingnya misi ini untuk meningkatkan kesadaran publik akan kondisi Palestina yang terjajah. Fatur juga menambahkan, mereka berencana untuk melakukan upaya lebih besar di masa depan untuk terus menembus blokade Israel.
Di sisi lain, seluruh kapal yang terlibat dalam Global Sumud Flotilla sudah dipastikan dicegat oleh pasukan Israel. Kapal “Marinette,” yang berbendera Polandia, menjadi yang terakhir dari 44 kapal dalam konvoi ini yang ditahan. Melalui misi ini, mereka berharap bisa menginspirasi semangat solidaritas lebih luas bagi perjuangan Palestina.