windermereboatshow.com – Kunjungan Presiden Brasil, Luiz Inacio Lula da Silva, ke Indonesia pada 22–24 Oktober 2025 menjadi momen penting dalam memperkuat hubungan bilateral antara kedua negara. Dalam kunjungan ini, kedua pemimpin berfokus pada agenda reformasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) serta kerjasama dalam berbagai bidang, termasuk lingkungan hidup dan pembangunan berkelanjutan.
Menurut Teuku Rezasyah, pakar hubungan internasional dari Universitas Padjadjaran, hubungan antara Indonesia dan Brasil telah terjalin lama dan mendalam, dan kunjungan Lula ini membuka peluang lebih besar untuk memperkuat koordinasi di berbagai organisasi internasional seperti G20 dan BRICS. Indonesia dan Brasil, sebagai negara dengan penduduk besar, memiliki potensi untuk bersama-sama mendorong perubahan dalam struktur PBB.
Lula dan Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, menandatangani delapan nota kesepahaman yang mencakup kerjasama antara kedua negara dalam berbagai sektor, termasuk energi terbarukan dan otomotif ramah lingkungan. Kunjungan ini juga merupakan balasan atas lawatan Prabowo ke Brasil beberapa bulan lalu. Ekspert memandang “poros Indonesia-Brasil” dapat membantu menyeimbangkan dominasi China dalam BRICS, menjadikan organisasi ini lebih demokratis.
Kedua negara memiliki komitmen kuat terhadap kelestarian lingkungan dan bertujuan untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Dalam konteks ini, Rezasyah menekankan pentingnya kerjasama di bidang riset dan pengembangan demi keberlanjutan bumi.
Dengan demikian, kunjungan Lula ke Indonesia tidak hanya menegaskan hubungan yang sudah kuat, tetapi juga menciptakan arah baru untuk kerjasama di tingkat global, memanfaatkan kekayaan sumber daya yang dimiliki masing-masing negara.