windermereboatshow.com – Israel telah menghentikan sementara serangan udara di Jalur Gaza sebagai upaya untuk memfasilitasi pembebasan sandera dan menegosiasikan “kesepakatan damai 20 poin.” Pernyataan ini disampaikan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, pada Sabtu (4/10). Trump menekankan pentingnya kecepatan dari pihak Hamas dalam merespons tawaran yang diajukan. “Saya tidak akan menoleransi penundaan,” ujarnya.
Dalam komunikasi terpisah, Trump menegaskan bahwa Israel telah setuju untuk menarik pasukannya sebagai bagian dari negosiasi dengan Hamas. Menurutnya, jika Hamas mengonfirmasi kesepakatan tersebut, maka gencatan senjata dapat segera diberlakukan, dan proses pertukaran sandera bisa dimulai.
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, juga menyampaikan harapannya untuk mengumumkan pembebasan semua sandera “dalam beberapa hari mendatang.” Pembicaraan tidak langsung dengan Hamas dijadwalkan berlangsung di Mesir pada Senin (6/10), dengan fokus pada solusi baru yang diusulkan oleh AS untuk mengakhiri konflik.
Trump sebelumnya memberikan tenggat waktu kepada Hamas untuk menerima “rencana perdamaian 20 poin” selambat-lambatnya pada Minggu (5/10). Jika tidak, ia mengancam akan mengambil langkah yang lebih keras. Hamas kemudian merespons dengan menerima usulan tersebut dan menyatakan kesiapan untuk memulai pembicaraan yang dimediasi, hal ini disambut positif oleh masyarakat internasional.
Rencana tersebut mencakup gencatan senjata yang disertai dengan pembebasan sandera, penarikan pasukan Israel, demiliterisasi Gaza, serta pengawasan internasional. Dalam perjanjian itu, diatur bahwa Hamas harus membebaskan semua sandera dalam waktu 72 jam setelah kesepakatan ditandatangani, sementara Israel akan membebaskan 250 narapidana dan 1.700 warga Gaza. Amnesti akan diberikan kepada anggota Hamas yang bersedia hidup damai serta akses aman bagi mereka yang ingin meninggalkan Gaza.