windermereboatshow.com – Organisasi Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) menunjukkan optimisme terhadap kinerja ekonomi di kawasan Asia-Pasifik, yang diproyeksikan tetap positif di tengah meningkatnya halangan perdagangan. Laporan terbaru dari APEC memprediksi pertumbuhan ekonomi kawasan ini sebesar 3,2 persen pada 2025 dan 3,1 persen pada 2026.
Carlos Kuriyama, Direktur Satuan Dukungan Kebijakan APEC, mengungkapkan bahwa prospek jangka pendek menjadi lebih cerah berkat permintaan yang stabil, kinerja perdagangan yang baik, dan investasi yang kuat di bidang kecerdasan buatan. Di samping itu, kinerja perdagangan komoditas menunjukkan pertumbuhan yang signifikan, dengan peningkatan 8 persen untuk ekspor dan 7,6 persen untuk impor pada tiga kuartal pertama 2025 jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Meskipun perdagangan jasa mengalami pertumbuhan yang lebih lambat terkhusus pada sektor perjalanan, sektor transportasi dan jasa komersial lainnya masih menunjukkan perkembangan positif. Inflasi di kawasan ini juga diprediksi akan menurun menjadi 2,4 persen pada 2025, lebih rendah dibandingkan 2,6 persen di tahun 2024, didorong oleh biaya energi yang menurun serta perbaikan dalam pasokan barang.
Namun, proyeksi untuk 2027 menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi bisa melambat hingga 2,9 persen akibat pembatasan struktural dan risiko geopolitik. Kuriyama menyebutkan bahwa semakin meningkatnya hambatan perdagangan, baik tarif maupun langkah non-tarif, dapat mengganggu upaya adaptasi dunia usaha.
APEC mendorong anggotanya untuk memperkuat kredibilitas kebijakan serta mengintegrasikan investasi kecerdasan buatan untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja. Langkah ini dianggap penting untuk menjaga pertumbuhan ekonomi dan mengurangi ketidakpastian di kalangan pelaku usaha.