windermereboatshow.com – Jumlah pengungsi akibat bencana di wilayah Sumatera kini tercatat sebanyak 11.250 orang. Laporan tersebut disampaikan oleh Tito Karnavian, Ketua Satuan Tugas Percepatan Rekonstruksi dan Rehabilitasi (PRR) Pascabencana, dalam Rapat Koordinasi Tingkat Menteri di Jakarta yang dilaksanakan pada Jumat, 27 Februari 2026. Data ini diperoleh dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang diperbarui hingga 25 Februari 2026.
Pengungsi tersebut terbagi di beberapa provinsi, dimana Provinsi Aceh menyumbang jumlah terbesar, yaitu sekitar 10.400 orang, sedangkan Provinsi Sumatera Utara mencatat 850 orang. Sementara itu, berdasarkan laporan Tito, Provinsi Sumatera Barat sudah tidak memiliki pengungsi karena semua korban bencana telah menempati hunian sementara (huntara).
Penurunan jumlah pengungsi ini menunjukkan kemajuan dalam upaya rehabilitasi dan rekonstruksi yang dilakukan oleh pemerintah. Pengawasan yang ketat dan koordinasi antara berbagai pihak terkait menjadi kunci dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana.
Tito juga menggarisbawahi pentingnya dukungan dari masyarakat dan berbagai pemangku kepentingan lainnya untuk mempercepat proses pemulihan. Ia optimis bahwa dengan sinergi yang baik, seluruh pengungsi akan segera bisa pulang ke rumah mereka setelah pemulihan selesai dilakukan.
Melalui laporan ini, diharapkan masyarakat memperoleh informasi yang jelas mengenai situasi terkini para pengungsi serta langkah-langkah yang diambil oleh pemerintah untuk membantu mereka. Keberhasilan dalam rehabilitasi ini juga menunjukkan komitmen pemerintah dalam menangani dampak bencana dengan serius dan responsif.