windermereboatshow.com – Dunia astronomi baru-baru ini dikejutkan oleh kemajuan teknologi dari Tiongkok, di mana tim peneliti dari Universitas Tsinghua berhasil mengembangkan model kecerdasan buatan (AI) bernama ASTERIS. Teknologi ini dirancang untuk mendeteksi galaksi yang terbentuk hanya 200 juta tahun setelah peristiwa Big Bang. Hasil penelitian ini dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Science.
Model ASTERIS mampu mengekstrak sinyal astronomi yang sangat lemah dari kedalaman lebih dari 13 miliar tahun cahaya. Menggunakan kombinasi optik komputasional dan algoritma AI, sistem ini menghasilkan citra ruang angkasa dengan kedalaman yang belum pernah dicapai sebelumnya. Associate professor Departemen Astronomi Tsinghua, Cai Zheng, menegaskan bahwa kemampuan baru ini membuka peluang penelitian tentang evolusi awal alam semesta.
Penerapan teknik self-supervised spatiotemporal denoising dari ASTERIS juga telah memperluas cakupan pengamatan teleskop James Webb, yang mencakup cahaya tampak hingga inframerah menengah. Keunggulan teknis ASTERIS meliputi peningkatan magnitudo yang signifikan, kemampuan mendeteksi objek redup, serta efisiensi data yang tinggi.
Pentingnya penelitian ini terletak pada kemampuannya mengatasi tantangan derau kosmik. ASTERIS merekonstruksi citra ruang angkasa dalam format 3D, sehingga dapat membedakan antara derau dan sinyal asli objek jauh.
Dengan sifatnya yang kompatibel dengan berbagai platform observasi, ASTERIS diprediksi akan menjadi alat penting dalam menjawab pertanyaan ilmiah yang mendasar, seperti asal-usul energi gelap dan materi gelap. Para peninjau dalam laporan Science memberi apresiasi terhadap penelitian ini, menyebutnya relevan dan berpotensi membawa dampak besar di bidang astronomi dan astrofisika global.