windermereboatshow.com – Dalam 24 jam terakhir, 155 jenazah warga Palestina telah dibawa ke berbagai rumah sakit di Jalur Gaza, di mana 135 di antaranya ditemukan di bawah puing-puing. Sumber medis melaporkan bahwa sejumlah korban jatuh akibat serangan udara Israel yang terus berlangsung, meskipun gencatan senjata telah diumumkan antara Hamas dan Israel. Sebanyak 19 warga Palestina dilaporkan tewas akibat serangan terbaru, termasuk satu orang yang meninggal karena luka-luka dari serangan sebelumnya.
Insiden tragis terjadi ketika pesawat tempur Israel menghantam sebuah rumah milik keluarga Ghabboun di selatan Kota Gaza, menyebabkan 16 orang tewas. Dua orang lagi meninggal dalam serangan di Khan Younis. Rumah sakit di Gaza mengalami lonjakan jumlah korban, dengan rincian yang menunjukkan 43 jenazah dibawa ke Rumah Sakit Al-Shifa, sementara 60 lainnya mencapai Rumah Sakit Al-Ahli Baptist di Kota Gaza.
Pada 9 Oktober, Israel menyetujui gencatan senjata yang diusulkan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang mencakup penghentian permusuhan, penarikan pasukan Israel dari Gaza, serta akses bantuan kemanusiaan. Namun, serangan terus berlanjut, menimbulkan keraguan terhadap komitmen Israel untuk menghentikan kekerasan.
Sejak awal Oktober 2023, lebih dari 67.000 warga Palestina telah tewas dan sekitar 170.000 lainnya luka-luka akibat konflik yang berlangsung dua tahun terakhir. Korban yang paling banyak adalah anak-anak dan perempuan, sementara kehancuran besar-besaran pada infrastruktur publik telah memaksa ratusan ribu orang mengungsi. Keadaan di Jalur Gaza semakin memprihatinkan dengan terus berlanjutnya serangan yang menyebabkan kesulitan kemanusiaan yang signifikan.