windermereboatshow.com – Siprus akan melakukan penilaian serius terkait kerja sama dengan Inggris setelah pangkalan udara Inggris di pulau tersebut diserang oleh drone. Pernyataan ini disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Siprus, Constantinos Kombos, dalam sebuah wawancara dengan media penyiaran Yunani, ERT, menyusul insiden yang terjadi pada 1 Maret.
Kombos menegaskan bahwa saat ini adalah waktu yang kritis, dan situasi ini memerlukan evaluasi mendalam terhadap hubungan dengan Inggris, terutama sehubungan dengan cara penanganan masalah oleh pemerintah Inggris. Ia juga menyampaikan ketidakpuasan dan kekecewaan pemerintah Siprus terhadap respons Inggris yang dinilai tidak memadai.
Serangan drone tersebut merupakan bagian dari ketegangan yang lebih luas di kawasan setelah serangan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap beberapa target di Iran pada 28 Februari, yang menyebabkan kerusakan dan korban jiwa. Sebagai balasan, Iran menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah.
Kementerian Pertahanan Inggris mengonfirmasi bahwa drone yang menghantam pangkalan Akrotiri di Siprus itu tidak diluncurkan dari Iran, dan menyatakan bahwa kerusakan yang ditimbulkan bersifat terbatas. Insiden ini menunjukkan meningkatnya ketegangan di kawasan, yang juga berdampak pada pos-pos strategis seperti pangkalan Inggris di Siprus.
Penilaian yang akan dilakukan Siprus terhadap kerjasama dengan Inggris dipandang penting dalam konteks dinamika politik dan militernya yang terus berkembang, serta untuk memastikan keselamatan dan keamanan di kawasan tersebut.