windermereboatshow.com – Banyak orang menghadapi tantangan saat bangun untuk sahur, terutama dengan godaan rasa kantuk yang berlebihan. Pada tahun 2026, mengandalkan alarm bawaan ponsel tidak lagi cukup efektif, mengingat banyak pengguna yang terbiasa dengan fungsi “snooze”. Oleh karena itu, terdapat tujuh solusi teknologi yang dapat membantu agar tetap terjaga saat sahur.
Pertama, penggunaan aplikasi alarm yang menuntut pengguna untuk menyelesaikan tugas tertentu sebelum menyetop bunyi alarm, seperti Alarmy atau Sleep as Android. Metode ini mencakup foto objek tertentu, menjawab soal matematika, atau menggoyangkan ponsel. Kedua, untuk pengguna iPhone, mematikan fitur “Attention Aware” dalam pengaturan dapat menjaga volume alarm tetap tinggi meskipun ada aktivitas di sekitar.
Selanjutnya, integrasi dengan teknologi smart home, seperti lampu pintar yang dapat menyala pada saat alarm berbunyi, juga sangat membantu. Cahaya terang yang muncul pada waktu itu dapat mengurangi hormon melatonin dan memudahkan bangun tidur. Alternatif lain adalah memanfaatkan haptic feedback pada smartwatch, yang memberikan getaran lembut di pergelangan tangan, sehingga tidak mengganggu pendengaran.
Trik lainnya adalah dengan menempatkan ponsel setidaknya tiga meter dari tempat tidur agar pengguna harus beranjak untuk mematikannya. Selain itu, memastikan alarm tidak terhalang oleh mode senyap dengan mengatur pengaturan di perangkat juga penting.
Dengan menerapkan kombinasi trik tersebut, risiko terlewat sahur selama bulan Ramadan dapat diminimalkan. Pengguna disarankan untuk melakukan uji coba satu malam sebelum puasa dimulai, guna memastikan semua pengaturan berfungsi optimal.