windermereboatshow.com – Sejumlah aktivis dari Indonesia melalui Sumud Nusantara siap bergabung dengan Global Sumud Flotilla untuk menembus blokade Gaza yang diberlakukan oleh Israel. Aktivitas ini dijadwalkan berlangsung pada akhir Agustus, melibatkan sekitar 70 kapal dari 44 negara, termasuk Indonesia.
Presidium Aqsa Working Group (AWG), Rifa Berliana Arifin, mengkonfirmasi partisipasi beberapa LSM Indonesia yang akan turut dalam misi kemanusiaan ini. Ini termasuk AWG dan International Networking for Humanitarian (INH), serta beberapa lembaga lain yang memberikan dukungan meski tidak mengirim perwakilan langsung.
Rifa menjelaskan bahwa jalur laut dipilih sebagai satu-satunya alternatif yang diharapkan aman dan sesuai hukum internasional untuk menembus blokade. Ia mencatat bahwa akses melalui jalur udara dan darat saat ini sangat terbatas karena pengawasan ketat oleh otoritas Israel.
Perwakilan INH, Muhammad Husein, menambahkan bahwa sekitar 1.400 orang dari berbagai negara akan berpartisipasi dalam armada tersebut. Masing-masing kapal memiliki kapasitas sekitar 20 orang, dan partisipasi negara bervariasi, termasuk beberapa yang bergabung dengan negara lain untuk memperkuat armada.
Ketua MUI Pusat bidang Hubungan Luar Negeri, Sudarnoto Abdul Hakim, menekankan bahwa blokade tersebut merupakan pelanggaran hukum internasional, sebagaimana diatur dalam Konvensi Jenewa IV. Farid Zanzabil Al Ayubi dari AWG menegaskan komitmen misi ini menyampaikan dukungan untuk rakyat Gaza, termasuk bantuan pangan dan obat-obatan.
Global Sumud Flotilla bertujuan untuk memberikan bantuan kemanusiaan penting kepada penduduk Gaza yang telah mengalami genosida dan blokade selama 18 tahun, dan memperkuat pesan bahwa dunia tidak akan tinggal diam terhadap situasi ini.