windermereboatshow.com – Pemimpin Hong Kong, John Lee, mengumumkan pembentukan komite independen yang dipimpin hakim untuk menyelidiki kebakaran tragis di Apartemen Wang Fuk Court, yang merenggut 151 nyawa. Kebakaran ini terjadi di Distrik Tai Po dan disebut-sebut sebagai salah satu yang paling mematikan di dunia sejak 1980.
Dalam konferensi pers yang digelar pada Selasa (2/12), Lee menjelaskan bahwa kebakaran menjalar cepat karena jaring penutup perancah di luar gedung tidak memenuhi standar keselamatan. Lee bertekad untuk melakukan tinjauan menyeluruh terhadap sistem bangunan dan mencegah insiden serupa di masa mendatang. “Kita harus bertindak serius memastikan semua celah ini ditutup,” tegasnya.
Komite independen ini akan menyelidiki sejumlah kelemahan yang teridentifikasi, termasuk aspek keselamatan dan pengawasan. Lee menekankan pentingnya reformasi dalam sistem renovasi bangunan untuk mencegah terulangnya kejadian tragis.
Sejauh ini, 14 orang telah ditangkap dalam penyelidikan yang melibatkan kepolisian dan komisi antikorupsi. Sebanyak 13 dari mereka dituduh melakukan kelalaian yang mengakibatkan kematian. Lee menambahkan bahwa pelaku dituduh mencoba menipu aparatur hukum dengan mencampurkan jaring berkualitas buruk dengan yang memenuhi standar.
Kebakaran ini memicu gelombang duka dan tuntutan akuntabilitas dari masyarakat. Namun, beberapa warga yang mengajukan tuntutan justru ditahan, termasuk seorang mahasiswa berusia 24 tahun, Miles Kwan, yang ditangkap setelah membagikan selebaran menuntut pertanggungjawaban pemerintah. Petisi daring yang diprakarsainya mendapat lebih dari 10.000 tanda tangan dalam sehari, namun segera hilang dari peredaran. Lee menegaskan bahwa tindakan kriminal tidak akan ditoleransi, terutama yang memanfaatkan tragedi ini.