windermereboatshow.com – Jaringan listrik nasional Kuba mengalami kolaps total pada tanggal 16 Maret 2023, mengakibatkan seluruh pulau yang dihuni sekitar 10 juta orang terjebak dalam kegelapan. Kejadian ini merupakan yang pertama kalinya sejak Amerika Serikat efektif memutus aliran minyak ke Kuba. Operator listrik milik negara mengonfirmasi bahwa insiden tersebut tidak disebabkan oleh kerusakan teknis, melainkan akibat krisis bahan bakar yang parah.
Pemerintah Kuba melaporkan dampak dari pemadaman ini sangat signifikan. Banyak rumah sakit terpaksa mengurangi layanan, sementara tumpukan sampah terlihat di berbagai lokasi akibat kekurangan bahan bakar untuk truk pengangkut. Di ibu kota Havana, malam hari dipenuhi kegelapan total, dan trafik internet merosot hingga sepertiga dari kapasitas normal.
Ketidakstabilan ini juga berdampak pada ekonomi lokal, dengan harga bahan bakar di pasar gelap melonjak hingga mencapai US$9 per liter, yang jauh melampaui penghasilan tahunan rata-rata warga Kuba. Wakil Menteri Luar Negeri Kuba, Carlos Fernández de Cossío, mengkritik pemerintah AS yang dinilai senang dengan penderitaan rakyat Kuba akibat krisis ini.
Krisis energi semakin memburuk setelah AS mengganggu pasokan minyak dari Venezuela. Pemerintah AS juga mengancam akan mengenakan tarif pada negara yang mengekspor minyak ke Kuba. Presiden Miguel Díaz-Canel mengungkapkan bahwa tidak ada pengiriman minyak ke pulau tersebut dalam tiga bulan terakhir, dan menyebut blokade ini sangat menyengsarakan penduduk.
Di tengah situasi ini, Presiden AS Donald Trump mengisyaratkan kemungkinan intervensi militer di Kuba, menyebutkan bahwa negara tersebut mengalami “masalah besar” akibat kekurangan bahan bakar. Sementara itu, beberapa maskapai besar telah menangguhkan penerbangan ke Kuba karena kelangkaan bahan bakar aviasi, semakin memperparah isolasi negara tersebut.