windermereboatshow.com – Komisi Eropa mengeluarkan permintaan kepada negara-negara anggota Uni Eropa untuk menerapkan langkah-langkah dukungan dalam menghadapi krisis energi yang sedang berlangsung. Dalam sebuah dokumen yang dilaporkan oleh Financial Times pada hari Ahad, salah satu lokasi utama pendukung langkah tersebut adalah penerapan kewajiban kerja dari jarak jauh, yang dikenal sebagai work from anywhere (WFA).
Dokumen tersebut merekomendasikan agar perusahaan di seluruh Eropa memberlakukan setidaknya satu hari kerja dari lokasi manapun. Selain itu, Komisi juga mengusulkan subsidi untuk transportasi umum dan pengurangan pajak pertambahan nilai (PPN) pada peralatan seperti pompa kalor, boiler, dan panel surya. Dalam upaya meningkatkan penggunaan energi terbarukan, Komisi Eropa berencana menetapkan target elektrifikasi baru serta memberikan dukungan bagi negara anggota untuk mengembangkan program sewa sosial bagi teknologi ramah lingkungan.
Dalam konteks penghematan energi, Komisi Eropa diharapkan akan merekomendasikan langkah-langkah untuk mengurangi konsumsi gas dan minyak. Panduan serupa sebelumnya telah dirilis oleh Brussel pada tahun 2022, yang menunjukkan komitmen berkelanjutan Uni Eropa dalam menanggulangi masalah energi.
Secara bersamaan, peristiwa geopolitik di Selat Hormuz juga menjadi perhatian, di mana Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan penutupan selat tersebut hingga blokade Angkatan Laut AS dicabut sepenuhnya. Penutupan ini berpotensi mempengaruhi aliran sekitar 20 persen pasokan minyak global. Sementara itu, Washington menyatakan bahwa kapal non-Iran masih bisa melintas asalkan tidak membayar bea masuk ke Teheran, meskipun otoritas Iran belum memberi keputusan resmi mengenai pemberlakuan bea tersebut.