windermereboatshow.com – Migran ilegal di Amerika Serikat mungkin kehilangan akses ke rekening bank jika pemerintah mengimplementasikan rencana baru terkait syarat kewarganegaraan bagi pemegang buku tabungan. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Direktur Navigator Principal Investors, Kyle Shostak, kepada RIA Novosti.
Shostak menjelaskan bahwa langkah ini tampaknya bertujuan untuk membatasi akses imigran ilegal ke sistem perbankan di AS. Ia menambahkan, tindakan serupa telah dilakukan di masa lalu, yang dapat berujung pada penutupan rekening bagi para imigran tersebut. Sebuah laporan dari Semafor, yang diterbitkan pada 24 Februari, mengungkapkan bahwa pemerintah AS sedang mempertimbangkan untuk mewajibkan bank melakukan verifikasi kewarganegaraan nasabah, termasuk pengumpulan dokumen seperti paspor.
Shostak menggarisbawahi bahwa aturan ini tidak akan menjadi masalah bagi warga asing yang memiliki status hukum di negara tersebut. Selama proses ini, para pemegang visa atau izin tinggal yang sah akan diminta untuk memberikan bukti legalitas mereka di AS. Ini berarti, pemegang visa jangka panjang dan pemegang Green Card masih memiliki akses untuk membuka rekening bank.
Lebih jauh, laporan tersebut menyebutkan bahwa pemegang rekening giro juga mungkin harus menunjukkan bukti kewarganegaraan. Shostak meyakini bahwa penerapan aturan ini tidak akan mempersulit bank, dan komunitas perbankan akan menerima kebijakan ini secara positif. Namun, ada kekhawatiran dari pihak perbankan bahwa penerapan kebijakan ini akan menambah biaya dan kompleksitas operasional.
Dengan situasi ini, dampak dari kebijakan tersebut bagi imigran dan sistem perbankan di AS masih menjadi sorotan penting, mengingat berbagai implikasi hukum dan sosialnya.