windermereboatshow.com – RSUD di 18 Kabupaten/Kota di Aceh mulai beroperasi setelah terdampak banjir dan tanah longsor. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengonfirmasi bahwa kondisi fasilitas kesehatan di daerah tersebut sudah membaik dan siap memberikan layanan kepada masyarakat.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyatakan dalam konferensi pers pada Senin (22/12/2025) bahwa semua Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di 18 kabupaten/kota yang terdampak bencana sudah aktif kembali. “Saat ini, RSUD sudah mulai beroperasi untuk memberikan pelayanan kesehatan yang dibutuhkan,” ujarnya.
Namun, ada beberapa daerah yang masih menghadapi tantangan. Di Aceh Tamiang, RSUD setempat masih dalam proses pembersihan dan belum sepenuhnya siap untuk melayani pasien. Abdul Muhari menjelaskan bahwa layanan dasar masih diupayakan, dengan fokus utama pada pembersihan fasilitas, pemenuhan kebutuhan bahan medis, serta penggantian alat-alat kesehatan yang rusak.
Meskipun RSUD mulai beroperasi kembali, situasi masih memprihatinkan. Per data BNPB per tanggal 22 Desember 2025, jumlah korban meninggal akibat bencana ini mencapai 1.106 jiwa. Dukungan dari berbagai pihak diharapkan untuk mempercepat pemulihan dan memastikan layanan kesehatan yang optimal bagi masyarakat yang terdampak.
Kondisi ini menyoroti pentingnya kesiapsiagaan dan penanggulangan bencana, terutama di daerah rawan bencana seperti Aceh. Diharapkan dengan beroperasinya RSUD, masyarakat dapat segera mendapatkan perawatan yang diperlukan untuk pemulihan.