windermereboatshow.com – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan bahwa dia akan menandatangani deklarasi yang menyelesaikan konflik antara Thailand dan Kamboja pada saat tiba di Malaysia. Melalui akun media sosialnya, Trump menyatakan, “Saya sedang dalam perjalanan menuju Malaysia, dimana saya akan menandatangani Kesepakatan Damai yang luar biasa, yang dengan bangga saya mediasi antara Kamboja dan Thailand.”
Trump juga menyampaikan rasa dukacita atas meninggalnya Ibu Suri Thailand, Sirikit, dan menyatakan, “Saya menyampaikan belasungkawa kepada Rakyat Thailand yang Agung.” Sesampainya di Malaysia pada hari Minggu pukul 10.00 waktu setempat, Trump direncanakan akan bertemu dengan Perdana Menteri Thailand, Anutin Charnvirakul, untuk menandatangani perjanjian damai tersebut.
Perdana Menteri Thailand Anutin tercatat membatalkan kunjungan ke Malaysia akibat wafatnya Ibu Suri Sirikit, yang meninggal setelah dirawat di rumah sakit di Bangkok pada usia 93 tahun. Meskipun demikian, seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri Thailand mengungkapkan bahwa Anutin diperkirakan akan kembali ke Malaysia untuk menandatangani deklarasi gencatan senjata dengan Kamboja.
Konflik antara Thailand dan Kamboja, yang telah berlangsung selama beberapa dekade, meningkat menjadi bentrokan bersenjata pada 24 Juli lalu. Kedua negara saling melakukan serangan artileri, mengakibatkan korban jiwa di kalangan militer maupun sipil. Pada 4 Agustus, kedua belah pihak menyepakati gencatan senjata yang diikuti langkah-langkah resmi untuk implementasinya.
Dengan adanya perjanjian damai ini, diharapkan ketegangan antara kedua negara dapat diakhiri dan hubungan bilateral dapat diperbaiki.