windermereboatshow.com – Italia semakin dekat untuk mengakui negara Palestina setelah tercapainya kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hamas di Gaza. Pernyataan ini disampaikan oleh Perdana Menteri Italia, Giorgia Meloni, pada Senin (13/10) di sela-sela KTT Perdamaian Sharm el-Sheikh yang berlangsung di Mesir.
Meloni menegaskan bahwa pengakuan Italia terhadap Palestina menjadi semakin realistis jika rencana yang dibahas dapat dilaksanakan. Ia juga menyatakan komitmennya untuk terus mendukung pembentukan negara Palestina sembari memberikan bantuan kemanusiaan kepada warga Gaza. Menurutnya, Italia bersiap untuk berkontribusi dalam menstabilkan situasi di Gaza, termasuk dengan kemungkinan pengerahan pasukan Carabinieri jika diizinkan oleh resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Perdana Menteri Italia tersebut menyebut kesepakatan gencatan senjata ini sebagai “keberhasilan besar” bagi Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Meloni berharap agar Trump dapat meraih lebih banyak hasil positif, tidak hanya terkait konflik di Timur Tengah tetapi juga di Ukraina.
Sebelumnya, Trump mengumumkan bahwa Israel dan Hamas telah menyepakati fase pertama rencana untuk menghentikan pertempuran di Jalur Gaza, yang meliputi pembebasan sandera Israel dengan imbalan pembebasan tahanan Palestina, serta penarikan bertahap pasukan Israel. Proses pembebasan tersebut dimulai pada hari yang sama, setelah Hamas membebaskan seluruh 20 sandera Israel yang masih hidup.
Namun, konflik yang sedang berlangsung telah menyebabkan lebih dari 67.800 warga Palestina tewas, sebagian besar adalah perempuan dan anak-anak, serta membuat banyak daerah di Gaza tidak lagi layak huni. Situasi ini menggarisbawahi pentingnya upaya diplomasi dan bantuan kemanusiaan di wilayah tersebut.