windermereboatshow.com – Kebijakan tarif 50% yang diterapkan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, terhadap ekspor Brasil pada bulan Juli lalu telah memicu kekhawatiran di kalangan produsen acai di Brasil, khususnya Ailson Ferreira Moreira. Dengan meningkatnya biaya akuisisi, kemungkinan harga acai di pasar Amerika Serikat akan naik, mengancam peminat utama buah Amazon ini.
Para produsen acai, terutama di negara bagian Para, beranggapan dampak tarif ini sudah mulai terlihat. Sejumlah pelaku usaha kecil terlihat menghadapi surplus produk tanpa tujuan yang jelas, sementara perusahaan ekspor lebih besar seperti Acai Tropicalia Mix juga mengalami penurunan permintaan dari klien mereka di AS. Rogério de Carvalho, salah satu pemilik perusahaan tersebut, melaporkan kehilangan pendapatan mencapai 1,5 juta Real Brasil (sekitar 280.000 USD) akibat penurunan permintaan.
Dampak dari tarif tarif ini dikaitkan dengan perseteruan politik yang ada di Brasil, terutama kasus mantan Presiden Jair Bolsonaro. Meskipun beberapa komoditas Brasil mendapatkan pengecualian dari tarif tersebut, acai tidak termasuk di dalamnya. Hal ini membuat produsen acai resah, mengingat negara bagian Para menyuplai hingga 90% dari total produksi acai Brasil, dengan perkiraan produksi mencapai 70.000 ton per tahun.
Brasil kini memohon konsultasi kepada Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) mengenai tarif yang diterapkan, yang mulai berlaku pada Rabu lalu. Di tengah kondisi ini, para petani bersikeras bahwa tingginya tarif akan mengganggu keseimbangan pasokan dan permintaan, berpotensi merugikan industri acai di masa mendatang.